usaha ini Menu

Perbedaan Susu Kambing Dengan Susu Sapi

Rate this Post:

{[['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', '']]}

Permalink:

 
Di kalangan masyarakat luas, terutama di negara berkembang, pengertian susu lebih mengacu pada produk susu sapi. Di Amerika saja tidak kurang dari 10 juta ekor sapi dipelihara dan menghasilkan sekitar 56,7 juta ton susu. Padahal selain sapi, ternak lain yang sangat potensial menghasilkan susu adalah kambing. Saat ini susu kambing mulai populer di Indonesia, walaupun penyediaannya belum sebanyak susu sapi.
Jika pada sapi perah dikenal keturunan Holstein sebagai penghasil susu utama, di “keluarga” kambing yang terkenal sebagai penghasil susu berkualitas tinggi dengan kandungan lemak rendah adalah jenis Saanen. Jenis Nubian menghasilkan sedikit susu, tetapi berkadar lemak tinggi. Jenis Toggenburg, LaMancha, Ober hasli, dan Alpine termasuk penghasil susu kualitas menengah.

Dari hasil penelitian Mack pada tahun 1953 terbukti, kelompok anak yang diberi susu kambing memiliki berat badan, mineralisasi kerangka, kepadatan tulang, vitamin A plasma darah, kalsium, tiamin, riboflavin, niasin, dan konsentrasi hemoglobin yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok anak yang diberi susu sapi.
Konsumsi segelas susu kambing dapat memenuhi 32,6 persen kebutuhan tubuh akan kalsium dan 27 persen kebutuhan tubuh akan fosfor setiap hari. Sebaliknya, segelas susu sapi hanya memenuhi 29,7 persen kebutuhan tubuh akan kalsium dan 23,2 persen fosfor setiap hari.

Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang. Selain itu, kalsium juga penting untuk melindungi sel-sel di kolon (usus besar) agar terhindar dari kanker. Kalsium juga dapat mengurangi angka kejadian tulang keropos (osteoporosis), terutama pada ibu-ibu yang sudah memasuki masa menopause.
Manfaat lain dari kalsium adalah mencegah migrain dan mengatur tekanan darah. Menurut sebuah publikasi pada The American Journal of Clinical Nutrition, seorang gadis yang baru mengalami menstruasi sebaiknya diberi asupan susu kambing untuk menjaga kandungan kalsium di dalam tubuhnya.

Mitos yang beredar di masyarakat bahwa minum susu kambing dapat menyebabkan darah tinggi. Hal ini tidak benar, justru susu kambing mampu menurunkan darah tinggi dan menaikkan darah rendah. Hal tersebut karena dalam kandungan susu kambing terdapat senyawa yang bernama KALIUM yang berfungsi sebagai penstabil tekanan darah. Apabila makan dagingnya mungkin dapat menyebabkan darah tinggi, akan tetapi minum susunya malah justru menstabilkan tekanan darah, malah dapat menyembuhkan stroke pula.

Susu kambing kaya akan Protein, Enzim, Mineral, vitamin A dan Vitamin B (riboflavin). Beberapa jenis enzim juga terdapat dalam susu kambing, antara lain: Ribonuklease, Alkalin Fostafe, Lipase, dan Xantin Oksidase. Selain itu juga mengandung beberapa mineral seperti Kalsium, Kalium, Magnesium, Fosfor, Klorin dan Mangan. Kandungan lain yang tidak kalah penting adalah Flourine, sebagai antiseptik alami yang membantu menekan perkembangbiakan bakteri didalam tubuh. Juga mengandung lemak yang mudah dicerna karena mempunyai tekstur yang lembut dan halus, lebih kecil dibandingkan dengan susu sapi atau susu lainnya, dan bersifat homogen alami sehingga menekan timbulnya alergi.

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget

Theme Settings

x

Sidebar Position

Layout Type

Layout Style

Background Pattern

Example Styles